Perjalanan bareng Trip Santai dalam program tour open trip pulau komodo adalah salah satu pengalaman trip yang ngga terlupakan. Salah satu lokasi yang membuat saya terkesan adalah Pulau Rinca atau lokal lebih menyebutnya Loh Buaya.

Rinca adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Rinca beserta Pulau Komodo dan Pulau Padar merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Rinca berada di sebelah barat Pulau Flores, yang dipisahkan oleh Selat MoloPulau Rinca adalah rumah bagi 2,000an spesies hewan prehistorik yaitu komodo yang tersebar di berbagai sudut pulau.

Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis, adalah spesies kadal terbesar di dunia Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora.

Saat kami tiba di Pulau Rinca, tour leader segera mengarahkan kami menuju pos petugas dimana kami diberikan instruksi dan hal – hal penting sebelum kami melakukan trekking.

open trip pulau komodo

open trip pulau komodo

open trip pulau komodo

Di sini kita bisa memilih antara Long Trek, Medium Trek, atau Short Trek. Tour Leader kami memilih Short Trek dengan pertimbangan, kita sudah bisa melihat banyak komodo di sekitar pos penjagaan.

Dengan sigap, petugas Taman Nasional menjelaskan rute yang akan ditempuh berikut waktu yang akan dihabiskan selama perjalanan. Tujuan kami kali ini adalah melihat sarang Komodo Betina.

Belum ada 10 menit kami berjalan, dari jarak yang disarankan, kami melihat seekor komodo jantan sedang menindih komodo betina. Kata pemandu lokal, kedatangan kami bertepatan dengan musim kawin komodo jantan.

Nah, dikarenakan jumlah betina lebih sedikit dibanding jantan. Maka antar sesama jantan harus bertarung dulu untuk mendapatkan betina.

Namun sayang untuk betina, setiap hari harus digilir oleh jantan-jantan yang berbeda.

Trekking menuju sarang komodo tidak begitu jauh. Namun tetap harus mendaki sedikit melalui jalur bukit dan memasuki area hutan. Pemandu lokal mengingatkan kami untuk selalu berdekatan, karena komodo bisa muncul dari mana saja.

Pemandu kami pun membekali diri dengan tongkat dengan gagang garpu dengan tujuan bila ada komodo mendekat, si komodo bisa dihalau dengan mudah.

Sesampainya di lokasi sarang, kami tidak melihat si betina. Pemandu lokal menjelaskan bahwa mereka membuat sarang lalu meninggalkan begitu saja setelah bertelur.

Si anakan yang lahir, sejak hari pertama hidup sebatang kara dan harus bertahan hidup dari predator lain sampai cukup waktunya mereka berburu sendiri.

sedih ya dengar ceritanya. seperti cerita hachi si anak lebah yang dulu tayang di ANTIVI (jadoel banget)

Setelah mendengar keseluruhan penjelasan dari pemandu lokal kami bersiap meninggalkan lokasi menuju pos penjagaan.

Trip kami dilanjutkan menuju Pulau Padar untuk melihat 3 teluk dari atas yang konon katanya menjadi tempat paling instagramable se-Flores Raya.


Menikmati alam komodo ngga akan pernah membosankan lho. Ikuti Paket Wisata Sailing Komodo di open trip pulau komodo bersama Trip Santai ya

Share This: